Pendataan
dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar
di
Sekolah Menengah Pertama 143 Cilincing– Jakarta Utara
dalam
Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama
Teach For Indonesia
Kelas : LC53
Dosen : Bpk. Dalmeri
Waktu :
Senin, 9 November 2015
Pukul : 07.00 – 13.00
Lokasi : SMP 143 Cilincing Jakarta Utara
Tim yang hadir:
Ketua : Nira Vania
Utami - 1701363950
Anggota :
1. Holy
Nibenia Gea - 1701372356
2. Indah
Rachmania - 1701363414
3. Intan
Kartika Dewi - 1701334452
4. Jeane
Antonie Bagus - 1701303680
5. Justika
Ardianti - 1701342561
6. Risma
Zahrina - 1701339762
7. Akhmad
Muhadi MT - 1701339844
Berikut foto dari kelompok kami saat pelaksanaan kegiatan:
dari kiri ke kanan, Nira, Indah, Holy, Intan, Akhmad Muhadi, Risma dan Jeane.
I
BAGIAN
ISI
A. Teori Mata Kuliah Character
Building
Mata
kuliah character building di semester 5 ini membahas tentang “Professional
Development” yang dimana kami akan mendapat pengajaran bagaimana cara untuk
mengembangkan sikap professional kami sebagai mahasiswa di suatu organisasi
atau lingkungan luar seperti dunia kampus, dunia kerja, dunia lingkungan sosial
atau kemasyarakatan, dan sebagainya. Pada awal pengajaran mata kuliah ini kami
mendapat pembahasan materi mengenai teori etika, etika professional, bagaimana
membuat keputusan yang etis, dan aspek etika dalam penggunaan teknologi
informasi.
Seperti diketahui, Etika
adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan
seseorang secara sadar untuk mentatati ketentuan dan norma kehidupan yang
berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu organisasi. Berdasarkan Prinsip
Teori Etika bahwa anggota kelompok sudah ulet dalam mengerjakan tugas CB
professional Development yang dimana teori tersebut berbunyi “Keuletan pada
prinsipnya berkaitan dengan ketahanan dalam menghadapi situasi yang sulit dan
keberanian untuk mengambil risiko kecil ataupun besar.” (Bertens, 2000:79)
yaitu dapat dilihat bahwa kami berani mengambil risiko untuk pergi ke cilincing
menahan situasi sulit yang dimana kami harus sabar menunggu dan mungkin SMPN
143 jakarta belum mendapat penjelasan adanya pendataan KJP oleh mahasiwa –
mahasiswi sehingga SMPN 143 Jakarta kaget dan belum begitu mempersiapkan. Maka
disinilah kami belajar untuk mengembangkan rasa professional kami di suatu
instansi pendidikan yaitu dengan memikirkan bagaimana cara izin untuk melakukan
kegiatan di sekolah tersebut dengan baik, lalu bagaimana berpakaian dengan
rapih lalu memakai jaket almamater kampus agar lebih terlihat formal saat
melakukan kegiatan, dan berusaha memiliki etika yang baik saat melakukan kegiatan
yang dimana dalam pelaksanaan kegiatan tersebut harus bersikap santun, disiplin
dan memiliki rasa tanggung jawab.
B. Persiapan Kegiatan Validasi Kartu Jakarta
Pintar (KJP)
Persiapan untuk melakukan pendataan KJP kami datang
survey 2 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan untuk mengetahui letak persis SMPN
143 Jakarta Utara, pada pelaksanaan survey anggota yang ikut yaitu Nira, Indah,
Holy, Intan dan Akhmad Muhadi.
Kami melakukan pendataan KJP SMPN 143 Jakarta dua
minggu setelah SDN 02 Srengseng. Kami melakukan pendataan KJP pada tanggal 10
November 2015 yaitu tepat dengan hari pahlawan kami berangkat pada pukul 05.30
dari Kemanggisan dan sampai di Cilincing
yaitu pukul 07.00 sayangnya sampai situ kami tak langsung mendata siswa kami
harus menunggu sekitar 1 jam menunggu berakhirnya upacara karena bertepatan
dengan hari pahlawan kami menunggu diluar dari sekolah dimana kami parkir
didaerah yang agak jauh dari sekolah dikarenakan letak sekolah berada di dalam
perumahan warga dan didalam gang sempit.
Selesai upacara berakhir kami langsung datang untuk
menemui Kepala Sekolah tapi yang kami temui ialah Wakil Kepala Sekolah dan memberi
tahu maksut dan tujuan kami. Akan tetapi beliau mengeluh akan kertas surat
jalan yang diberikan dari TFI karena beliau menginginkan surat tersebut dituliskan
langsung alamat sekolah SMPN 143 Jakarta dan mungkin pihak sekolah juga belum
mengetahui kalau ada mahasiswa yang akan melaukan validasi data KJP disekolah
tersebut. Kemudian kami tidak langsung mendata anak – anak KJP dikarenakan adanya
rapat antar guru dan kami harus menunggu 2 jam yang kira – kira pelaksanaan baru
dimulai sekitar jam 10.00 dan interview kami lakukan di halaman sekolah. Kami
melakukan wawancara 73 anak seharusnya 80 anak dikarenakan alasan sekolah yaitu
anak – anak KJP ada yang tidak masuk sekolah sehingga kami hanya dapat
mewawancara 73 anak, untuk KJP itu sendiri ada 400 anak di SMPN 143 Jakarta
Utara, Cilincing. Interview pun selesai pada pukul 13.00 setelah itu kami ke
Kepala Sekolah untuk meminta validasi pendidikan dan dokumentasi dengan guru –
guru. Lalu pamit izin pulang kepada pihak sekolah dan mengucapkan terima kasih
atas kesediaan waktunya dalam membantu kegiatan kami melakukan validasi KJP.
C. Bukti Pengisian Data KJP di Google
Docs
Berikut bukti foto
screenshot atas pengisian data sekolah yang dimana kami mewawancarai pihak TU
yang khusus memegang bagian KJP bernama Ibu Mustika.
Berikut bukti foto screenshot atas pengisian data siswa yang mendapat KJP. Kami hanya menampilkan satu siswa, akan tetapi kami sudah input ke google docs sebanyak 78 siswa penerima KJP.
D. Pengukuran Kinerja Kelompok
Dalam pengukuran kinerja kami melakukan dua survey
yaitu survey dari pihak eksternal yaitu SMPN 143 Jakarta dan survey dari pihak
internal yaitu kelompok kami sendiri.
1. Survey Eksternal
Pada survey
eksternal kami memberikan form evaluasi kegiatan kepada pihak sekolah dan
meminta saran atau pesan atas kegiatan validasi KJP yang telah kami lakukan. Isi
saran atau pesan dari pihak sekolah yaitu menerangkan bahwa kehadiran para
mahasiswa cukup santun dan baik dalam melakukan kegiatan lalu pihak sekolah
menyarankan copy hasil observasi untuk diberikan sebagai arsip sekolah.
Berikut bukti lampirannya: (Form Evaluasi Kegiatan)
2. Survey Internal
Dalam
suatu kelompok, masing-masing anggota memiliki kelebihan dan kekurangannya
tersendiri. Yang bisa dijadikan contoh dalam kegiatan yaitu pertama adalah Nira Vania Utami selaku ketua kelompok
karena bertanggung jawab tinggi, tegas dalam membuat keputusan sehingga tugas
kelompok ini bisa berjalan dan terselesaikan, disiplin waktu yang dimana ia
mengatur untuk pergi ke Cilincing jam 5 pagi agar tidak telat dan santun pula
dalam berkomunikasi dengan pihak sekolah. Yang kedua yaitu Indah Rachmania dimana ia yang bisa disebut juga sebagai wakil
ketua kelompok karena ia juga memiliki tanggung jawab tinggi, disiplin terhadap
tugas dan juga memiliki ide-ide dalam membuat laporan kegiatan ini. Yang ketiga
yaitu Akhmad Muhadi dimana ia sebagai
anggota cowok sendiri dalam kelompok kami yang ikut dalam pelaksanaan KJP di
SMPN 143 Jakarta dan bisa berkorban untuk menjemput dan mengantarkan kami
dengan kendaraannya padahal rumah dia dari Bekasi dan ia bersedia pula untuk
berangkat subuh dari rumahnya karena dari situlah bisa terlihat kalau dia niat
dalam mengerjakan tugas dan tidak malas dalam mendapatkan nilai baik untuk
kegiatan ini dibanding anggota cowok lainnya yaitu M.Nugradi Ramadhan yang tidak ikut melaksanaan kegiatan dan tidak
memberi kabar apapun serta berperan pasif. Dan untuk anggota lain yaitu Holy Nibenia, Intan Kartika, Jeane Antonie,
dan Risma Zahrina juga baik kinerjanya karena masih bisa berpartisipasi
dalam melaksanakan kegiatan dan bertanggung jawab atas tugasnya.
II
BAGIAN
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Hasil Pengecekan KJP
Hasil pengecekan KJP di
SMPN 143 Jakarta telah sesuai dari data yang diberi pihak TFI yaitu ada 412
orang, namun kami hanya bisa mewawancarai sekitar 78 anak dan tidak sesuai
target 20% dari jumlah penerima KJP yaitu sekitar 80an anak, dikarenakan pihak
sekolah mengatakan kalau ada beberapa siswa-siswi penerima KJP tersebut yang
tidak masuk. Berdasarkan hasil wawancara kepada siswa-siswi tersebut mereka
sangat berusaha untuk bersikap jujur dan berkata apa adanya dalam menjawab
pertanyaan kami. Dan sekolah memang sudah tepat dalam menentukan siswa penerima
KJP. Sesuai informasi yang kami dapat sekolah ini juga benar-benar melakukan
survey terhadap masing-masing siswa – siswi penerima KJP dan melakukan arsip
struk bukti pembelanjaan para siswa – siswi penerima KJP. Pengurusan Kartu Jakarta
Pintar di sekolah ini sangat terorganisir dengan baik karena memang ada orang
khusus yang mengurusnya dan fokus dibagian KJP yaitu bernama Ibu Mustika.
Berikut bukti foto struk pembelajaan yang kami dapat
dari sekolah:
Berikut foto saat ketua kelompok mewawancarai Ibu Mustika:
Dan ini hasil foto validasi pendidikan yang telah
kami wawancarai dari pihak Tata Usaha disekolah:
Dapat disimpulkan berdasarkan
kegiatan yang kami lakukan adalah mewawancarai siswa – siswi yang mendapat
Kartu Jakarta Pintar (KJP). Kegiatan ini meningkatkan kepercayaan dan tingkat sosialisasi
siswa – siswi yang masih sekolah. Mengajarkan mereka untuk jujur dan bersikap wajar
sesuai dengan umur mereka. Melalui kegiatan ini, kami juga belajar untuk bersosialisasi
dengan para guru dan siswa – siswi. Dan oleh sebab itu kami telah mencapai
tujuan dalam kegiatan ini yaitu:
a. Paham tentang fasilitas Pemerintah khususnya
Pemprov DKI untuk masyarakat khususnya bidang pendidikan.
b.Dapat memastikan bahwa fasilitas pemerintah sesuai
dan diterima oleh warga yang ber Hak terhadap fasilitas tersebut.
c.Membantu pendataan secara benar dan efektif agar
penyaluran bantuan dapat berjalan dengan lancar kepada masyarakat.
B.
Next
To Do
Berdasarkan informasi dari Bpk. Tangkas (pihak TFI) saat
meminta data SMPN 143 Jakarta bahwa di sekolah tersebut tidak ada data yang
8355, oleh sebab itu kami melakukan kegiatan hanya sekali disekolah tersebut
yaitu hanya melakukan validasi Kartu Jakarta Pintar. Oleh sebab itu tidak ada evaluasi untuk
kegiatan selanjutnya.
C.
Informasi
Jumlah Peserta
Hasil
yang kami dapatkan dari data TFI bahwa penerima
KJP di SMPN 143 Jakarta ada 412 orang siswa. Lalu berdasarkan panduan yang kami
dapat dari TFI apabila siswa penerima KJP berjumlah 150 – 300 bahkan kami
mendapat 412 data maka data yang harus dikumpulkan dari sekolah tersebut minimal
20% dari jumlah data peserta atau sebanyak 80an. Akan tetapi, jumlah yang kami
dapatkan saat wawancara hanya sebanyak 70an siswa, karena ada beberapa
siswa-siswi yang tidak masuk dan tidak bisa diwawancara.
III
LAMPIRAN
FOTO KEGIATAN
NOTE: mohon maaf atas keterlambatan laporan ini, karena pada dasarnya saat awal kegiatan kami tidak terlalu memahami dalam membaca panduan kalau laporan harus dibuat seminggu setelah kegiatan, kami harap pengertiannya. Sekian laporan blog atas kegiatan kami.
Terima Kasih
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar